Warrion Heroes 1

Inilah yang kalian tunggu-tunggu dari Ariel System…

Warrion Heroes 1

Nah, di game ini akan diceritakan Sekuel pertama dari Warrion Heroes itu sendiri….

See the Screen shot gameplay thou…

UPDATE DETAILS :

16-12-15 – Fixing Warrion Base Glitch + Adding New Item in Clan Shop and Rozenville Area Item Shop.

15-12-15 – Fixed in Forest area at Bass Events after War Declarated and other Minor Bugs.

4-3-16 – Adding Some Information from Library + Fixed the minor bugs

10-3-16 – Replacing some BGM’s for latest version (Specially for Last battle)

2-5-16 – Secret Crystal moved into another place in Powerplant area 1. (Feel hard to find it if you want a good ending… :p)

2-5-16 – New Area was added.

2-5-16 – TuTORIEL Character added (Mia Lunderblast). (Oops, pun Intensivities)

14-7-16 – Backstory teller characters and Backstory books Added (Sans Aeniv Lunderblast, Warrion Base Library).

– Gabriel Can use Arika’s Weaponry now…
– Bass just only used a Bow.
– Some Junk Items to selling added to make earn Honey’s Easier.
– Fixed the minor bugs.
– Replacing some BGM’s for latest version.
28-7-16 New Area and new event was added.
9-1-17 – Replacing some BGM’s for latest version.
– New area and new event was added.
– Secret story and their item was added.

WH1Trailer10WH1Trailer WH1Trailer2 WH1Trailer3 WH1Trailer4 WH1Trailer5 WH1Trailer6 WH1Trailer7 WH1Trailer8 WH1Trailer9

UPDATED VERSION 2.2.5 :

Non RTP Version :
RTP Version : DOWNLOAD IT HERE

Advertisements

Warrion Character Maker Released

Yo! Ariel System Here!

Lama gak ngeupdate blog karena sibuk di Real Life. So, kali ini aku mau bilang kalau aku membuat Character maker yang bisa dipake di Photoshop.

WH Character Maker Cover copy

Cara memakainya?
simpel, kalo elu tau skill Photoshop, elu akan tau sendiri gimana caranya membuat character buatanmu sendiri. Kalo kurang jelas, ada video tutorial yang juga ada didalam file .rar yang ane kasih.

DOWNLOAD Here

WH Characters : Arika Minnette

Age : Unidentified (Prediction : 16)

Height : 153 cm

Weight : 39 kg

Race : Human

Clan : –
Weapon Type : Any Chemical Weapon

Birth Date : 5 January

 

—-

ATK : C

DEF : D
MAT : B

MDF : A
AGI : D

—-

Personality :

Keras kepala, teguh terhadap peraturan, ia dengan mudah dapat menebak apa yang

orang lain inginkan, tetapi ia sensitif terhadap apa yang baginya terlihat menyimpang.

Ability :

– Ability Analyzer

– Immortality for some turn

Komentar Creator :

Sebenere si Arika ini berbeda sama Arika Yuumizune dari “Arika Tales” soalnya ia lebih energik dan lebih terlihat seperti seorang petarung ketimbang staf laboratorium.

Arts :

Original dari ane :

Arika Minnette

 

New Version :

Arika Minnette

 

Arika Tales

​Percikan air terdengar dari koridor bawah tanah, suara gelembung memperjelas suara kalau ia adalah seorang peneliti yang tidak pernah dipedulikan orang. “Sedikit lagi… kau akan hidup kembali…” Bisiknya.

— 4 Bulan Sebelumnya —

Malam itu ia sedang menikmati teh hijau kesukaannya di pub tak jauh dari rumahnya, ia sedang memikirkan sesuatu yang takkan pernah bisa dimengerti orang lain. 

“Teh lagi, Nona?” tanya Hyuna.

“Tidak, terima kasih.” Ucap Arika.

“Nona, anda terlihat pucat belakangan ini. Ada apa gerangan?” tanya Hyuna.

“Apakah anda tahu tentang Asriel?” tanya Arika.

“Asriel? Aku pernah dengar… dan aku punya cerita tentang hal-hal yang berhubungan dengannya.” tanya Hyuna.

“Oh ya?” tanya Hyuna.

“Baiklah… Aku mulai dari Bocah tengil yang merupakan Bard Legendaris…” tanya Hyuna.

—..

Dahulu, anak itu hanyalah bocah biasa yang selalu ingin bermain dengan anak-anak lainnya. Namun hal yang tidak biasa dari anak tersebut adalah, ia bisa bernyanyi dan bermain musik layaknya seorang Bard. Tetapi sayangnya, jika ia bernyanyi, ia justru akan dihajar Bard yang lebih dewasa darinya dan dihujat dengan cacian. Konon, anak tersebut adalah adik kedua dari seorang penyihir yang bernama Asriel. Ya, dia akan sangat marah jika ada orang yang menyiksa adiknya dan akan mengutuk siapapun yang berniat jahat pada adiknya. Dan suatu hari, adiknya mengikuti sebuah sayembara yang diadakan oleh putri raja Hyrandia. Nyanyiannya membuat semua orang tergila-gila padanya dan mengalahkan peserta lainnya. Sang Putri dan Raja terkesima padanya dan mereka memberikan sebuah kedudukan spesial sebagai penyanyi kerajaan. Akan tetapi, keputusan itu membuat Bard lain marah dan ia dibunuh dengan cara yang sadis didepan semua orang. Mengetahui adiknya dihajar oleh Bard ilegal tersebut, Asriel akhirnya memunculkan kemurkaannya dan mengutuk orang-orang tersebut menjadi elf yang dijauhi orang lain. Sang raja menjadi kaget dan meminta Asriel untuk menghidupkan kembali anak tersebut. Tapi sayangnya ia tidak bisa memenuhi permintaan sang raja dan lari ke hutan bersama mayat anak tersebut. Semenjak itu, Sang Raja terus mencari jejak penyihir tersebut ke pelosok dunia hingga sekarang untuk meminta maaf. Sedangkan elf yang dikutuk Asriel menjadi musuh utama sang raja.

—..

“Lalu, apa mereka menemukannya?” tanya Arika.

“Sayangnya tidak, sampai detik ini mereka belum menemukan jejak penyihir itu…” ucap Hyuna.

“Sudah kuduga… Lalu, Elf terkutuk itu?” tanya Arika.

“Mereka tinggal di sebuah negeri yang mereka bilang adalah Divine Soul. Padahal isinya adalah orang-orang kriminal yang banyak bermasalah bahkan oleh Kepala desa sendiri. Oh ya, Apa aku belum menceritakan cerita lain yang berkaitan dengan itu?” ujar Hyuna.

Arika hanya menggeleng.

“Baiklah… Aku lanjutkan…” kata Hyuna.

—..

Di sebuah negeri yang disebut orang lain, Kingdom of Coralline. Negeri itu juga mengetahui berita seorang Bard dibunuh didepan raja dan mereka sedang mencari penyihir yang membawa anak tersebut. Lantas, Kerajaan yang diliputi sektor Ethea, Terrium, Glacius, Windmill, dan Valor juga ikut mencari penyihir tersebut, kecuali seorang pemuda Ethea yang diduga juga adalah adik Asriel sendiri. Ia awalnya ingin mencari kakaknya tersebut, namun ia memutuskan untuk pergi dari Coralline untuk mencari kakaknya dengan caranya sendiri. Sang pendiri negeri tersebut mengetahui kalau orang tersebut juga ikut mencari penyihir yang sedang dicari tersebut, sehingga mereka juga menerjunkan tim khusus untuk membawanya pulang. Namun sayangnya mereka tidak ingat kalau pemuda tersebut dirasuki oleh demon yang konon pernah membumihanguskan negeri tersebut. Sehingga tim tersebut akhirnya ditemukan mati sia-sia diluar dugaan sang pendiri.

—..

“Kau ingin tahu bagaimana kelanjutannya?”

Arika terdiam.

“baiklah…”

—..

11 tahun kemudian, Asriel dan pemuda tersebut kembali dengan bocah tersebut yang sekarang dihidupkan kembali. Sang raja sangat was-was dengan keadaan anak tersebut. Namun, Asriel memiliki keputusan lain. Ia membuat badai salju yang membekukan Hyrandia beserta sang Raja dan penghuninya, kecuali Sang Ratu yang membawa pangeran yang masih bayi yang saat itu sedang di luar kerajaan. “Aku tidak ingin adikku menghadapi kematian yang menyakitkan orang lain, karena itu aku membekukan negeri ini hingga ada yang sanggup untuk mencairkannya. Namun untuk mencairkannya, hanya permintaan maaf yang tulus dari seorang gadis misterius yang dapat mencairkan semua ini.” Mengetahui kerajaannya dibekukan oleh penyihir yang waktu itu mengutuk Para Bard dewasa yang menyakiti adiknya, Beliau menyebut mereka adalah “Para Saudara Terlarang”. Dan sang Ratu memerintahkan untuk mencari orang-orang yang mampu mencairkan kerajaan tersebut.

—..

“Semenjak itu, Mereka mencari gadis yang tepat ke seluruh pelosok negeri hingga 10 tahun yang lalu, perintah itu dihentikan oleh sang Ratu sendiri karena sudah menyerah dengan keadaan. Dan juga…” kata Hyuna mengakhiri ceritanya.

“Ada apa?” tanya Arika penasaran.

“Jejak ketiga saudara itu hilang di sebuah air terjun di dekat desa ini, tetapi mereka tidak menemukan apapun selain monster-monster raksasa yang sering berkeliaran disini. Mereka menduga, Asriel memiliki sihir teleportasi untuk kabur dari dunia ini.” katanya menambahkan.

“…Nyonya…” ucap Arika mulai mengantuk.

“Oh, kau ingin membayarnya.” tanya Hyuna bersemangat.

“Tentu saja, Nyonya… Aku sudah menghabiskan hampir 3 cangkir teh.” Gerutu Arika.

“Baiklah, Arika…” kata Hyuna.

Setelah ia membayar pesanannya dan pulang ke rumah, ia mendengar bisikan yang memanggil namanya.

“Arika….” 

“Siapa itu?”

“Temui aku di Etherlake… Waktuku tak banyak…”

Iapun segera ke Etherlake, namun sesampainya disana, tidak ada satupun orang yang menunggu kecuali Sehelai Scarf merah misterius yang ia temukan.

“Siapa dia?”

Lalu ia sedang mencari jejak pemilik scarf tersebut dengan Komputer rakitannya, Ia tidak menemukan nama yang terdaftar di desanya.

“Tidak mungkin ini…”

“Akhirnya kau mengerti…”

“Akh?! Siapa itu…”

“Kau tidak perlu tahu siapa aku, Arika, Kau adalah orang yang aku cari…” lalu kemudian suara itu menghilang bagai diterbangkan angin. Arika hanya bisa kebingungan maksud suara tersebut yang seolah ingin memanggilnya. Tak lama kemudian, seseorang menelepon dari ponselnya. Iapun segera menerima panggilan tersebut.

“Halo?” tanya Arika.

“Kau harus memakai scarf tersebut jika kau ingin tahu yang sebenarnya…” lalu sambungannya terputus. 

Arika akhirnya memakai scarf tersebut, kemudian ia terperanjat kaget karena ia melihat sesosok roh halus berwujud tengkorak manusia yang hanya bisa dilihat lewat scarf tersebut. 

“Siapa kau?” tanya Arika ketakutan.

“Aku adalah orang yang diceritakan Wanita penjaga bar itu.” Jawab roh tersebut.

“Asriel?” kata Arika menebaknya.

“Ya… namaku Asriel Lychen, aku menjadi begini karena tubuh asliku sudah hancur karena alam. Aku membutuhkan orang lain yang bisa membuatkan aku tubuh baru.” Katanya memperkenalkan diri.

“Kurasa… nama Asriel tidak cocok untukmu, bagaimana kalau aku memanggilmu Axel?”

“Axel? Baiklah kalau itu maumu, ngomong-ngomong maafkan aku karena aku mengagetkanmu dengan sosok seperti ini.” Katanya lalu berubah sosoknya menjadi roh manusia. 

“Aku dengar kau adalah ilmuan yang membuat tubuh buatan, apa itu benar?” tanya Axel.

“itu benar, tapi sepertinya para penduduk tidak ingin berurusan denganku lebih jauh karena pekerjaanku yang sangat tak lazim bagi orang lain.” Jawab Arika menunduk yang kemudian Axel membelai kepalanya.

“Aku tidak peduli alasannya kenapa, yang jelas kau bisa membantuku membuatkan tubuh baru.” Kata Axel meyakinkan.

“Akui saja, aku letih dengan masa laluku yang pada saat itu sudah membunuh kedua adikku. Ya, cerita itu memang benar, bedanya, kedua adikku ditangkap dan dibunuh oleh ratu lalim itu. Dan saat tubuhku sudah benar-benar hancur karena terlalu lama tertidur di gua bawah tanah, aku akhirnya membalas kejahatan itu dengan memasukkan rohku sendiri kedalam cangkir minumannya.” Tambahnya. 

“Kau ternyata lebih sadis ketimbang ratu yang diceritakan itu.” Ujar Arika.

“Dan gantinya, aku ingin bersantai seperti orang kebanyakan seolah tidak ada masalah apa-apa yang terjadi.” Ujar Axel.

“Kalau begitu aku akan buatkan tubuh untukmu! Tapi sebelumnya, aku butuh mayat-mayat yang disimpan oleh temanku.” Kata Arika bersemangat.

“aku ingin melihatmu bagaimana kau membuat tubuh buatan.” Pinta Axel.

Mendengar permintaan itu, Arika kemudian terdiam lalu ia menjawab permintaan tersebut. 

“Boleh saja, kau ‘kan tidak terlihat orang lain.”  Jawabnya.

Waktu demi waktu, mereka bersama-sama mengumpulkan bagian tubuh yang berasal dari manusia yang dihukum mati dan diawetkan. Kemudian dengan kejeniusan Arika, ia menyambungkan bagian-bagian tersebut menjadi seperti manusia pada umumnya. Kemudian Arika memasukkan tubuh Axel yang siap dipakai kedalam sebuah tube untuk menstabilkan tubuhnya. 4 bulan berlalu…

“Arika, boleh aku masuk kedalam tubuh itu?” tanya Axel.

“Ya, Axel. Sedikit lagi… kau akan hidup kembali…” Bisiknya.

Lalu Axel masuk kedalam tubuh tersebut. Perlahan, monitor menunjukkan kehidupan pada tubuh Axel diikuti gerakan jari tangan secara perlahan.

“Injection successful, Draining the Liquids.”

Kemudian air yang menggenangi tubuh tersebut perlahan surut dan akhirnya kering. Axel kemudian perlahan membuka matanya dan mencoba bernafas. Entah karena terburu-buru, ia terbatuk-batuk dan jatuh tersandar di tembok.

“Axel, jangan terburu-buru. Karena paru-parumu akan stabil jika kau bernafas perlahan. Tenang… lama-lama kau akan terbiasa.” Kata Arika mengingatkan.

“Untuk beberapa hari ini, kau harus berjalan pelan-pelan untuk melatih syaraf di tubuhmu.” Tambahnya.

“Aku seperti terlahir kembali…Uhuk!” kata Axel pelan diikuti sesak nafas karena baru dikeluarkan.

“Tentu saja… kau sudah lama tidak bergerak dan tahu tubuhmu sudah hancur oleh alam.” Jawab Arika.

Beberapa minggu kemudian, Axel berhasil mengendalikan tubuhnya, bahkan ia membawa tubuhnya untuk berlari, memanjat dan berenang. 

“Axel!” seru Arika khawatir.

“Aku baru tahu ternyata berenang itu mengasyikkan.” Balasnya sambil berendam di danau.

Semenjak saat itu, ia sangat senang karena memiliki tubuh kembali. Ia bisa bergerak sebebasnya. Dan lama-kelamaan ia akhirnya juga bosan karena bermain sendiri. Suatu hari ia mendengar percakapan anak-anak yang memancing di dekat danau. 

“Katanya di kota Hyrandia itu dingin sekali” 

“iya, selain dingin, juga banyak hantunya!”

Ia kemudian ingat dengan masa lalunya yang membuatnya harus kehilangan kedua adiknya. Ia kemudian bergegas ke rumah Arika.

“Arika!” seru Axel.

“ada apa?” tanya Arika.

“Anak-anak itu… menceritakan kota Hyrandia.” Cerita Axel.

“Ya… cerita itu melegenda hingga seluruh dunia tahu. Tapi mereka tidak bisa mengenalimu karena kau berwujud orang lain.” Jelas Arika.

“Arika… sepertinya…” katanya terbata-bata.

“Ada apa?” tanya Arika sekali lagi.

 “Kau… sepertinya adalah gadis yang aku maksud dulu.” Jawab Axel.

Arika kemudian teringat cerita Hyuna. “hanya permintaan maaf yang tulus dari seorang gadis misterius yang dapat mencairkan semua ini.” 

“Kalau memang itu benar, ayo kita buktikan. Tapi jangan sekarang. Tunggu saat yang tepat untuk pergi kesana. Kekuatanmu masih terlalu lemah.” Ujar Arika. 

Axel hanya terdiam.

“Jangan terlalu dipikirkan, ngomong-ngomong aku ingin mengajakmu ke Taman bunga tempat aku bersantai, kau mau?” ajak Arika.

“Tentu…” kata Axel menyetujuinya.

Di taman bunga, banyak hamparan bunga yang berwarna-warni memenuhi tanah kosong tersebut. Axel sangat takjub melihat keindahan taman tersebut. Ia kemudian ditarik untuk bermain kejar-kejaran di taman bunga tersebut. Kemudian Arika dan Axel berteduh di salah satu pohon rindang.  

“Axel…” panggil Arika sambil membuat seuntai kalung berliontin bulan sabit.

“Apa itu?” tanya Axel melihat kalung tersebut.

“Ini kalung untukmu, sebagai pengingat kalau kau adalah orang yang bisa membuatku bahagia…” jawab Arika sambil memakaikan kalung tersebut.

Axel terdiam dengan kalimat itu. Namun kemudian ia mengambil scarf yang tadinya dipakai Arika dan memakainya untuk dirinya sendiri. 

“Arika, apa kau lupa kalau aku sudah memiliki tubuh?” kata Axel tertawa kecil.

“Sepertinya aku sudah terkena kebiasaanmu dulu…” balas Arika tersenyum.

“dan juga…” kemudian Axel mengambil kacamata baca milik Arika.

“Axel?” kata Arika terkesima.

“Tentu saja aku merasa keren dengan scarf merah, kalung dan kacamata ini.” Kata Axel tersenyum.

Mendengar kata-kata Axel, Arika merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Arika akhirnya mengajaknya kembali bermain di taman.

2 tahun kemudian, Axel menjadi sesosok asisten yang diandalkan Arika. Ia dikenal banyak orang, bahkan Hyuna yang selalu memberikan Axel jus Almaberry kesukaannya. Ia bahkan mempelajari bagaimana ia harus bertarung untuk mempertahankan dirinya jika ia tidak bersama Arika. Dan suatu hari mereka mendapatkan misi jika mereka harus pergi ke Hyrandia untuk menyelamatkan kru pesawat terbang yang jatuh disana. 

“Axel…” panggil Arika.

“Ada apa?” tanya Axel.

“Misi kita kali ini kita harus pergi ke Hyrandia…. kau ingat 2 tahun lalu saat anak-anak itu bilang tempat itu berhantu? Ya… inilah saatnya… Inilah saatnya aku harus membebaskan warga Hyrandia yang sudah membeku selama ribuan tahun.” Jelas Arika.

“Arika? Apa kau serius? Kau ingin melakukan itu?” tanya Axel curiga.

“Ya, aku serius… meski aku harus mengorbankan nyawaku sendiri…” jawab Arika dengan tatapan yang serius.

“Baiklah…Ayo kita bersiap.” Kata Axel.

3 minggu kemudian, mereka tiba di Hyrandia dan mendapati semua kru sudah tewas di tempat dimana kota tersebut membeku. Arika kemudian menunduk terdiam kemudian berteriak…

“MAAFKAN MEREKA! SEMUA ORANG MASIH MEMBUTUHKAN MEREKA, TOLONG CAIRKANLAH MEREKA SEPERTI MANUSIA SESUNGGUHNYA!!!”  

Ia kemudian tumbang di pangkuan Axel. Axel kemudian mengetahui kalau ia sudah benar-benar mengorbankan dirinya, karena ia tidak tega, ia kemudian menukar nyawanya ke Arika yang sudah tak bernyawa. Disaat yang bersamaan, Hyrandia kemudian mencair dan orang-orang yang tadinya membeku hidup kembali bersama kru pilot yang mereka cari. Lalu Axel akhirnya tidak bernafas lagi. Namun Arika kemudian hidup kembali. Sang raja kemudian ingat dengan kata-kata penyihir itu.

“Nak, terima kasih kau sudah membebaskan kami…” katanya.

Lalu Arika terbangun dan melihat Axel sudah tak bernyawa lagi, ia kemudian menangis sejadi-jadinya. Melihat kejadian tersebut, Arika akhirnya pulang diantar oleh kru pilot yang tadinya mereka ingin tolong bersama Axel yang sudah tak bernyawa. Ia kemudian dibaringkan di taman tempat mereka bermain dulu.

“Axel….kau meninggalkanku begitu cepat…aku belum sempat memberikanmu adik bagimu.” Kata Arika membelai rambut Axel. 

Lalu kemudian seorang pemuda datang menghampiri Arika.

“Sakurano? Kenapa kau tahu?” tanya Arika.

“Ya… Pak Edgar memberitahuku…” kata Sakurano.

2 hari setelah dibaringkan, Axel kemudian dikuburkan di tempat ia bermain bersamanya dulu. Sejak saat itu, Arika menjadi sangat pendiam seperti sebelum ia bertemu Axel. Saat ia sedang bekerja, ia mendapatkan sebuah cairan yang diduga DNA Axel sendiri. Lalu kemudian ia mendapat kabar dari Sakurano bahwa ada seseorang tergeletak dalam keadaan sudah hangus terbakar oleh api yang berkobar. Arika segera pergi ke tempat tersebut dan mendapati ternyata ia adalah robot kesayangan Pak Edgar, atasannya. Ia kemudian membuang bagian yang sudah terbakar dengan tubuh yang baru. Ia kemudian teringat dengan DNA Axel tersebut. Lalu ia menambahkan sedikit zat tersebut kedalam tubuh barunya. Namun sepertinya terjadi kejanggalan dan akhirnya ia membuatkan sayap pada tubuh tersebut. 

“Di…Dimana aku?” kata pemuda tersebut.

“Ariel, akhirnya kau berfungsi kembali….” seru Arika.

“Ariel? Apa itu namaku?” tanya pemuda tersebut.

Ariel merasakan sesuatu yang bergerak di belakangnya. Arika kemudian menyodorkan cermin yang besar padanya. Kemudian tersadar rambutnya sudah berubah menjadi putih dan ia memiliki sayap yang tak pernah ia miliki sebelumnya. 

“Sayap?” pikirnya.

“Ya, kau memiliki kecacatan karena tubuh lamamu sudah hangus terbakar saat ditemukan.” Jelas Arika. 

“Ya… itu lebih baik ketimbang memiliki armor super berat.” Kata Ariel.

“Ariel…. apa kau ingat sesuatu terakhir kalinya saat kau ditemukan?” tanya Arika.

Ariel hanya menggeleng. Arika kemudian bergegas keluar.

“Nona, anda mau kemana?” tanya Ariel.

“Aku hanya ingin keluar sebentar, aku takkan lama…” jawab Arika kemudian menutup pintu.

Ariel hanya terdiam merenungkan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Dibalik pintu, Arika menangis karena ia merasa gagal memiliki ‘Axel’ yang baru.

“Maafkan aku, Axel… aku sudah gagal ingin menghidupkanmu lagi.” Gumamnya.

1 tahun sudah berlalu, Ariel menjadi seorang tabib yang mengobati semua orang yang membutuhkan pengobatan. Namun tidak dengan Arika, ia tetap bersimpuh didepan pusara Axel.

“Axel… ‘kau masih sulit digantikan… aku tidak bisa menghidupkanmu lagi….” gumamnya. Lalu kemudian ia pergi ke lab dan diam-diam merancang sebuah mesin pembuat tubuh. Selama ia membuat mesin tersebut, Ariel tidak menyadari keberadaan Arika hingga 5 bulan saat mesin tersebut akan diuji.

“Axel… kalau aku gagal, aku akan menyusulmu…” ucap Arika didepan mesin tersebut. 

Ucapan itu kemudian didengar Ariel dan Sakurano yang kemudian mendobrak pintu Lab.

“Ah!” kaget Arika.

“Nona Arika! Apa yang kau lakukan?!” kesal Ariel.

“Jadi kalian tahu masalahku?” tanya Arika.

“Tentu saja, aku mendengarnya sendiri dari Sakurano! Nona, berusahalah untuk tidak selalu memikirkan Axel…” sergah Ariel.

Sebelumnya…

“Ariel… sebenarnya ada yang harus aku bicarakan soal Arika.” Kata Sakurano.

“Nona? Ada apa?” tanya Ariel.

“Arika sebenarnya…” lalu Sakurano menjelaskan panjang lebar kenapa Arika belakangan tidak pernah ke Sanctuary-nya lagi.

“Apa katamu? Dia ditinggal mati seseorang yang sebelumnya adalah kekasihnya?” tanya Ariel kaget.

Sakurano hanya mengangguk.

“Ya… Axel adalah orang terbaik yang bisa membuatku bahagia, karena itulah aku membuat mesin ini. Untuk mengembalikan apa yang sudah terjadi.” Kata Arika lalu menekan tombol on di mesin tersebut.

“Nona! Hentikan!!” Teriak Ariel ingin menghentikan.

Namun sebuah ledakan hebat yang berasal dari mesin tersebut menyebabkan Ariel dan Sakurano terpental ke tembok. Mereka berdua kemudian terbangun dan melihat keadaan lab menjadi tidak karuan, ia kemudian melihat botol kosong yang diduga adalah DNA Axel. Dengan tisu basah yang dimiliki Sakurano, ia memegang botol tersebut sambil meneliti unsur mencurigakan dalam botol tersebut. Ariel kemudian mengambil kantong plastik dan memasukkannya untuk dijadikan barang bukti. Ariel kemudian terdiam dan tertunduk lesu. 

“Nona, kenapa anda rahasiakan ini dariku? Apa anda merasa bersalah kalau aku juga ingin tahu tentang Axel?” gumamnya.

“Ariel, ayo pulang…” kata Sakurano.

Lalu kemudian Ariel berdiri dan pulang kembali ke Sanctuary. Sesampainya disana ia melihat ada seorang yang berkacamata sedang menunggu didepan Sanctuary. Mereka kemudian menghampiri orang tersebut.

“Permisi, ada maksud apa anda kemari?” tanya Ariel.

Ternyata orang tersebut berbicara menggunakan tangannya dan tidak bisa berbicara seperti orang normal. 

“Sepertinya dia tuna wicara…” gumam Sakurano.

“Aku mengerti, masuklah.” Kata Ariel seraya membuka pintu.

Lalu mereka semua masuk kedalam Sanctuary dan kemudian pemuda itu menjelaskan kedatangannya dalam secarik kertas karena ia tidak bisa bicara.

“Oh, jadi kau diusir oleh keluargamu karena cara bicaramu aneh dan memutuskan untuk tinggal disini?” tanya Ariel.

Pemuda itu hanya menggangguk.

“Ngomong-ngomong, siapa namamu?” tanya Sakurano.

Pemuda itu merasa sulit untuk mengucapkan namanya sendiri. Namun akhirnya bisa terdengar jelas. 

“S….S…Sa…Sans….” kata pemuda tersebut. 

“Sans?” tanya mereka berdua.

“Aku akan memberimu tempat tinggal yang layak untukmu, tapi untuk sementara, tinggallah disini.” Ujar Ariel pada Sans.

Sans kemudian mengangguk.

“Sakurano, sebaiknya kita di Hyuna bar saja.” Kata Ariel.

Lalu saat mereka berada di Hyuna bar, suasana yang biasanya dipenuhi pelanggan menjadi sepi. 

“Nona Hyuna, tidak biasanya bar ini menjadi sepi. Ada apa?” Tanya Ariel keheranan.

“Tidak tahu, entah kenapa semua pelangganku menjadi pergi.” Keluh Hyuna sedih.

“Tidak apa, mungkin karena Nona Arika…” jelas Ariel yang kemudian dipotong Hyuna.

“Ariel? Siapa itu Arika? Yang merawatmu itu ‘kan Fei Lychence.” tanya Hyuna.

Ariel dan Sakurano kaget bukan kepalang. Ternyata tindakan Arika yang mengerikan membuat semua orang tidak tahu apa-apa soal Arika dan mengubah drastis kehidupan orang banyak kecuali mereka berdua. Sakurano menduga ledakan tersebut membuat dunia terasa lain dan Timeline seluruh universe menjadi kacau balau. Di Universe lain, Ternyata Axel sendiri masih hidup namun ia tidak tahu siapa itu Arika. Dan ia juga menduga kalau Sans yang baru datang di Sanctuary ternyata adalah “Axel” dalam bentuk lain. Sakurano juga mencurigai kalau Ariel sebenarnya juga berasal dari DNA yang sama seperti Axlym.

“Aku mengerti sekarang, sepertinya Arika ingin kembali ke masa lalu namun gagal.” Ujar Sakurano.

“Sepertinya begitu…” kata Ariel sambil meminum Wedang Jahe kesukaannya.

“kalau memang Timeline ini sudah kacau karena kejadian itu… kalau begitu kita pergi ke tempat Axel dikubur sebelumnya.

Keesokan harinya, Ariel dan Sakurano pergi ke taman tempat sebuah tugu berdiri tegak. Namun ternyata tulisan yang ada di tugu menjadi tidak jelas, sehingga menyulitkan Ariel menerjemahkannya.

“Sepertinya tugu ini juga terkena pengaruh ledakan itu…” kata Ariel.

“Kau benar.” Ujar Sakurano membenarkan.

Tiba-tiba seorang bocah lelaki berambut pirang dengan ikat kepala hitam datang kepada mereka.

“Kalian lupa? Kalau disini adalah kuburan massal para korban tewas karena penyakit demam yang tidak jelas. Atau kalian ingin berziarah kemari?” tanya bocah tersebut panjang lebar.

“Kuburan massal?” Gumam Ariel. 

“Terima kasih, Dik. Kami baru tahu kalau ada anggota keluarga kami yang dikuburkan disini. Makanya kami kemari.” Jelas Sakurano.

“Oh, baiklah. Aku pergi dulu.” Lalu bocah tersebut pergi.

“Dan itu artinya, Axel dan Arika dulu ikut dikuburkan disini…” ungkap Sakurano.

“Baiklah, ayo kita mulai.” Kata Ariel mengeluarkan dupa dan 2 botol minuman yang berisi teh hijau dan jus Almaberry.

Lalu mereka duduk bersimpuh dan terdiam selama seharian. Mengenang kehidupan mereka yang dulunya indah dan akhirnya berakhir tragis. Hingga saat Ariel dan Sakurano meninggalkan tempat tersebut. Teh dan Jus yang tadinya terisi penuh menjadi kosong. Hanya dewa yang mengetahui misteri tersebut.

—-THE END—-

Author Talk : Rants of all my problems + REVIEW game MYSTIC MESSENGER

Yo guys,  yeap belakangan ini TS lg banyak masalah di IRL dan facebook. Sehingga mempengaruhi ide TS yg ingin ngepost sesuatu. Ditambah beban TS yang lagi bingung mau kerja dimana.  Anyway actually, Aku masih kepengen gaming kayak saat aku masih menjadi Mahasiswa. Tapi sekarang aku harus memutar otak untuk itu. 

Oh ya,  mengenai Games yang lagi TS mainin, TS dapat rekomendasi dari seseorang dari fb kalau ane harus coba game “MYSTIC MESSENGER”.

here the Screenshots :

Pro : – timelinenya sangat interaktif dan mengikuti jadwal jam di seluruh belahan dunia. 

– Ide developer nya ok juga,  memakai cara yang tidak biasa dalam membuat game. 

Cons : 

– tidak ada autosave sehingga saat terjadi koneksi terputus, akan berpengaruh pada timeline

My rate : ****

Recommended for JONES terutama cewek. :v #digeplak

Anyway, enjoy playing. 

WH Characters : Bass Darkdriller

Age : 11

Height : 151 cm

Weight : 39 kg

Race : Synthroid Human Type

Clan : Darkdriller
Weapon Type : Rare Type Bow

Birth Date : 15 Desember

 

 

—-

ATK : B

DEF : A
MAT : C

MDF : C
AGI : A

—-

Personality : Pada umumnya anak-anak dari klan Darkdriller memiliki sifat jahil, namun Bass hanya 50 persen. Dibalik sifat anak-anak pada umumnya, terselip dendam terhadap pembunuh orang tuanya yang membuat mata kanannya hancur.

Ability :

– Bow user Skill

– Elemental Mixed Dark Power

Komentar Creator :

Ini anak terinspirasi dari Original Character seseorang yang sekaligus adalah Art Thief sekarang karena ulah menghasutnya yang dapat ngancurin persahabatan seseorang (Ironisnya, gw udah 3 kali dihasut sama tuh anak) demi art yang dia mau.

Arts :

Original dari ane :

Bass Darkdriller

WH Characters : Andria Stones

Age : 30

Height : 162 cm

Weight : 78 kg (because her busts are too big and too heavy)

Race : Synthroid Human Type

Clan : Lunderblast (Actually)
Weapon Type : Boomerang/ Throwing Glaive

 

Birth Date : 4 Januari

—-

ATK : A

DEF : B
MAT : B

MDF : B
AGI : C

—-

Personality : Mempunyai hati sekuat baja ketika bertarung, namun mudah luluh pada anak-anak dan iri melihat pasangan muda mudi yang ada di sekitarnya.

Ability :

– Healing Spell One by one type

– Physical Attacks

Komentar Creator :

Sebenere pas ngedesain Andria, Dia ini sebenere pengen ane buat lebih brutal dari ini. Namun karena akan mengganggu Rolenya di WH. Makanya, ane buat dia bersifat sayang sama anak-anak.

Arts :

Original dari Ane…

(Dia cuma pake topi kalo dia berada di luar Aquatopia)

Andria Stones (Hat)

Aslinya dia sering pake Bandana.

Andria Stones (Bandana)

By rpgmakerweb Forum member : Plueschkatze

(RPGMAKERWEB) Andria Stones by Plueschkatze